KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Unit Smart Campus resmi meluncurkan program pembelajaran hybrid terintegrasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) pada Selasa, 01 April 2026. Inisiatif inovatif ini merupakan komitmen kampus dalam menghadirkan pengalaman belajar yang lebih adaptif, interaktif, dan relevan dengan perkembangan teknologi digital era Industry 4.0.
Peluncuran program yang dilaksanakan di Gedung Rektorat Kampus Smart Campus, Jalan Sultan Hasanuddin, Kendari, menandai babak baru dalam transformasi akademik institusi. Program ini dirancang untuk mengintegrasikan pembelajaran tatap muka tradisional dengan platform digital yang memanfaatkan teknologi artificial intelligence guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses belajar mengajar.
“Kami memahami bahwa dunia pendidikan harus terus berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan zaman. Program pembelajaran hybrid terintegrasi ini adalah wujud komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari untuk memberikan kualitas pendidikan terdepan kepada mahasiswa kami,” ujar Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Mochtar Andi Mappalahere, M.Si., dalam sambutan pembukaan acara.
Rektor menambahkan bahwa langkah strategis ini sejalan dengan visi universitas untuk menjadi institusi pendidikan yang unggul, berkelanjutan, dan responsif terhadap kebutuhan pasar kerja global. Dengan menggabungkan kekuatan pembelajaran tradisional yang menekankan interaksi personal dengan kecepatan dan fleksibilitas teknologi digital, universitas yakin dapat menciptakan ekosistem belajar yang lebih holistik.
Fitur-Fitur Unggulan Platform Smart Learning
Unit Smart Campus, yang menjadi lembaga pengelola infrastruktur teknologi informasi kampus, telah mengembangkan platform pembelajaran bernama “SmartLearn-Unismuh” selama dua tahun terakhir. Platform ini dilengkapi dengan berbagai fitur canggih yang dirancang khusus untuk mendukung pembelajaran multimoda.
Kepala Unit Smart Campus, Dr. Eng. Hasyim Ridho, M.T., menjelaskan rincian fitur-fitur unggulan yang tersedia dalam platform pembelajaran ini. “SmartLearn-Unismuh dilengkapi dengan sistem rekomendasi materi pembelajaran berbasis AI yang dapat menyesuaikan kecepatan dan gaya belajar setiap mahasiswa secara individual. Sistem ini akan secara otomatis menganalisis pola pembelajaran dan memberikan konten yang paling sesuai dengan kebutuhan,” papar Hasyim Ridho.
Selain itu, platform juga menyediakan fitur pembelajaran adaptif yang memungkinkan mahasiswa untuk belajar sesuai dengan ritme mereka sendiri. “Jika seorang mahasiswa memerlukan waktu lebih lama untuk memahami suatu konsep, sistem akan memberikan penjelasan alternatif atau sumber daya tambahan secara otomatis. Sebaliknya, mahasiswa yang sudah menguasai materi dapat langsung melanjutkan ke topik berikutnya tanpa penundaan,” tambah kepala Unit Smart Campus tersebut.
Platform SmartLearn-Unismuh juga dilengkapi dengan fitur analitik pembelajaran real-time yang memungkinkan dosen untuk memantau perkembangan mahasiswa secara komprehensif. Dashboard interaktif memberikan visualisasi data tentang tingkat pemahaman, tingkat kehadiran, dan interaksi mahasiswa dalam pembelajaran, sehingga dosen dapat melakukan intervensi yang lebih tepat sasaran.
Integrasi Teknologi dengan Pembelajaran Tradisional
Salah satu aspek penting dari program pembelajaran hybrid ini adalah upaya untuk tetap mempertahankan nilai-nilai pembelajaran tradisional yang menekankan interaksi langsung antara dosen dan mahasiswa. Program ini bukan sekadar menambahkan teknologi ke dalam sistem yang sudah ada, melainkan menciptakan ekosistem pembelajaran yang seimbang.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Muh. Djamail, S.E., M.Si., menekankan pentingnya keseimbangan ini dalam pelaksanaan program. “Pembelajaran hybrid bukan berarti menggantikan peran dosen atau menghilangkan interaksi tatap muka. Sebaliknya, teknologi AI ini dirancang untuk membebaskan dosen dari tugas-tugas administratif yang repetitif, sehingga mereka dapat fokus pada aspek yang lebih penting, yaitu membimbing dan menginspirasi mahasiswa,” jelasnya.
Dalam implementasinya, mahasiswa akan menghadiri kuliah tatap muka di kelas-kelas yang telah dilengkapi dengan infrastruktur teknologi terkini, termasuk interactive smart boards, sistem audio-visual canggih, dan konektivitas internet ultra-cepat. Sementara itu, materi pembelajaran dan tugas-tugas akan dikelola melalui platform digital yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja.
Pelatihan untuk Dosen dan Mahasiswa
Untuk memastikan kesuksesan implementasi program ini, Universitas Muhammadiyah Kendari telah merancang program pelatihan komprehensif bagi seluruh stakeholder akademik. Program pelatihan difasilitasi oleh Unit Smart Campus bekerja sama dengan berbagai institusi teknologi terkemuka.
“Kami memahami bahwa tidak semua dosen dan mahasiswa memiliki keahlian yang sama dalam menggunakan teknologi. Oleh karena itu, kami telah menyiapkan program pelatihan bertahap yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan masing-masing,” ujar Dr. Hasyim Ridho.
Program pelatihan mencakup beberapa modul utama, mulai dari pengenalan dasar platform SmartLearn-Unismuh, pemanfaatan fitur analitik pembelajaran, hingga strategi pengintegrasian teknologi dalam desain kurikulum. Pelatihan dilakukan secara simultan untuk dosen dan mahasiswa, dengan sesi khusus untuk pengguna tingkat lanjut yang ingin memanfaatkan fitur-fitur lebih kompleks.
Selain itu, Unit Smart Campus juga menyediakan dukungan teknis 24/7 melalui help desk yang responsif. “Tim support kami siap membantu kapan saja jika ada kendala teknis. Kami juga secara berkala mengadakan workshop dan sharing session untuk berbagi best practices antar dosen,” tambah kepala Unit Smart Campus.
Respons Positif dari Komunitas Akademik
Peluncuran program pembelajaran hybrid ini mendapat respons yang sangat positif dari berbagai kalangan di lingkungan kampus. Beberapa dosen telah melakukan pilot project dalam semester sebelumnya dan melaporkan hasil yang menjanjikan.
Dr. Siti Nur Azizah, dosen dari Program Studi Teknik Informatika, yang turut menguji platform dalam program pilot project menyampaikan testimoni positifnya. “Dari pengalaman saya mengajar menggunakan SmartLearn-Unismuh dalam tiga bulan terakhir, saya melihat peningkatan yang signifikan dalam tingkat engagement mahasiswa. Mahasiswa tampak lebih aktif bertanya, dan saya bisa lebih memahami bagian mana dari materi yang masih sulit dipahami berdasarkan data yang diberikan platform,” ujarnya.
Sementara itu, dari perspektif mahasiswa, respons juga sangat antusias. Muhammad Rizki Setiawan, mahasiswa semester VI dari Program Studi Administrasi Publik, mengungkapkan manfaat yang dia rasakan. “Dengan platform SmartLearn-Unismuh, saya bisa belajar lebih fleksibel. Jika ada materi yang tidak saya pahami saat kuliah, saya bisa mengulang melalui platform kapan saja. Fitur rekomendasi materi juga sangat membantu saya menemukan sumber-sumber pembelajaran yang relevan,” ungkap Rizki.
Mahasiswa lainnya, Putri Amalina Dewi dari Program Studi Bisnis Manajemen, juga mengapresiasi program ini dari sudut pandang yang berbeda. “Program hybrid ini memungkinkan saya untuk lebih menghemat waktu tempuh ke kampus tanpa mengurangi kualitas pembelajaran. Dengan fitur pembelajaran online yang baik, saya tetap bisa mengikuti perkembangan mata kuliah dari rumah atau perpustakaan,” kata Putri.
Dampak Jangka Panjang dan Rencana Pengembangan
Universitas Muhammadiyah Kendari menargetkan bahwa program pembelajaran hybrid ini akan secara bertahap diterapkan ke seluruh program studi di kampus pada akhir tahun akademik 2025/2026. Saat ini, program baru diluncurkan untuk Program Studi Teknik Informatika, Teknik Sipil, Administrasi Publik, Bisnis Manajemen, dan Pendidikan Teknik Mesin sebagai pilot program awal.
“Kami akan secara kontinyu mengevaluasi implementasi program ini melalui berbagai mekanisme umpan balik dari dosen, mahasiswa, dan orang tua. Data yang kami kumpulkan akan menjadi fondasi untuk pengembangan lebih lanjut dan penyempurnaan platform,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik.
Dalam rencana jangka menengah, Universitas Muhammadiyah Kendari juga berencana untuk mengintegrasikan teknologi blockchain dalam sistem verifikasi kredit akademik, serta mengembangkan program pembelajaran micro-credentials yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan industri spesifik. Platform SmartLearn-Unismuh juga akan dilengkapi dengan fitur mentoring virtual berbasis AI yang dapat memberikan panduan karir kepada mahasiswa.
Kepala Unit Smart Campus juga mengungkapkan rencana kolaborasi dengan universitas lain untuk berbagi best practices dalam implementasi pembelajaran hybrid. “Kami percaya bahwa inovasi ini akan lebih bermakna jika dapat direplikasi dan dikembangkan bersama institusi pendidikan lain. Kami terbuka untuk menjalin kerja sama dengan universitas di tingkat nasional maupun internasional,” kata Dr. Hasyim Ridho.
Investasi Infrastruktur dan Keberlanjutan
Implementasi program pembelajaran hybrid ini didukung oleh investasi infrastruktur teknologi yang cukup signifikan. Universitas Muhammadiyah Kendari telah mengalokasikan anggaran khusus untuk pembangunan data center berkualitas enterprise, peningkatan bandwidth internet, dan pengadaan perangkat teknologi terkini.
“Kami memahami bahwa infrastruktur yang baik adalah fondasi dari program pembelajaran yang berkelanjutan. Oleh karena itu, investasi dalam teknologi bukan hanya untuk fase peluncuran, tetapi juga untuk pemeliharaan dan upgrade sistem secara berkelanjutan,” jelas Rektor Prof. Mochtar.
Dalam hal keberlanjutan, universitas juga telah merencanakan model bisnis yang berkelanjutan untuk operasional platform SmartLearn-Unismuh. Meskipun akses platform adalah gratis bagi semua mahasiswa dan dosen, universitas mencari pendapatan tambahan melalui penyediaan layanan premium, seperti sertifikasi profesional online dan program pelatihan corporate training yang memanfaatkan infrastruktur platform.
Penutup
Peluncuran program pembelajaran hybrid terintegrasi berbasis teknologi AI oleh Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Unit Smart Campus menandai momen penting dalam evolusi pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara. Program ini mencerminkan komitmen kuat institusi untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan zaman, sekaligus mempertahankan nilai-nilai fundamental pendidikan yang menekankan pengembangan karakter dan kompetensi mahasiswa secara holistik.
Dengan kombinasi teknologi AI yang canggih, dukungan infrastruktur yang solid, pelatihan komprehensif bagi semua stakeholder, dan rencana pengembangan jangka panjang yang jelas, Universitas Muhammadiyah Kendari optimis bahwa program ini akan membawa dampak positif signifikan terhadap kualitas pembelajaran dan lulusan yang lebih kompetitif di tingkat nasional dan internasional.
Langkah berani ini juga diharapkan dapat menginspirasi institusi pendidikan lain untuk melakukan transformasi serupa, sehingga secara kolektif Indonesia dapat meningkatkan kualitas pendidikan tinggi sebagai investasi jangka panjang untuk pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.
—
Artikel ini dipublikasikan pada 01 April 2026. Untuk informasi lebih lanjut tentang program pembelajaran hybrid dan pendaftaran di Universitas Muhammadiyah Kendari, kunjungi website official kampus atau hubungi Unit Smart Campus.