KENDARI – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan seluruh organisasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya dari Unit Smart Campus, resmi meluncurkan program terintegrasi “Gerakan Literasi Digital Kendari 2026” pada Sabtu, 19 April 2026. Inisiatif ambisius ini melibatkan lebih dari 500 mahasiswa dari berbagai departemen dan unit organisasi kampus, dengan target menjangkau tidak kurang dari 5.000 masyarakat Kendari dalam enam bulan ke depan.
Program yang dilaksanakan di Aula Utama Universitas Muhammadiyah Kendari ini mengusung konsep kolaboratif antara berbagai elemen organisasi mahasiswa, termasuk Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Himpunan Mahasiswa Program Studi, Organisasi Inti Kampus (OIK), dan berbagai unit kerja di bawah BEM. Kehadiran Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, para dekan, dan tokoh masyarakat lokal menandakan dukungan institusional terhadap inisiatif yang dianggap strategis untuk kemajuan digital masyarakat Kendari.
Menurut ketua BEM Universitas Muhammadiyah Kendari, Alm Zainal Abidin, program ini lahir dari observasi mendalam terhadap kesenjangan digital yang masih menjadi masalah serius di beberapa kelurahan Kendari. “Kami melihat bahwa di era digital ini, masih banyak masyarakat, terutama kelompok orang tua dan UMKM, yang belum memiliki pemahaman memadai tentang literasi digital. Oleh karena itu, kami merasa terpanggil untuk berkontribusi aktif melalui program ini,” ujar Zainal, 21 tahun, mahasiswa semester enam Jurusan Manajemen FEB Universitas Muhammadiyah Kendari.
Latar Belakang dan Tujuan Program
Inisiatif “Gerakan Literasi Digital Kendari 2026” merupakan wujud komitmen organisasi mahasiswa dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya aspek pengabdian kepada masyarakat. Unit Smart Campus Universitas Muhammadiyah Kendari, yang merupakan pusat inovasi teknologi kampus, menjadi motor penggerak dalam penyediaan infrastruktur dan resources yang diperlukan.
Program ini dirancang dengan tiga pilar utama. Pertama, pelatihan dasar penggunaan teknologi informasi bagi kelompok usia 40 tahun ke atas, dengan fokus pada penggunaan media sosial, e-banking, dan e-commerce yang aman. Kedua, pemberdayaan UMKM melalui digitalisasi usaha, termasuk pelatihan pemasaran digital dan penggunaan platform e-commerce. Ketiga, edukasi literasi siber dan keamanan digital untuk mencegah penipuan online dan penyalahgunaan data pribadi.
“Program ini dirancang holistik dan sustainable,” jelas Dr. Baharuddin Bahweres, M.Si., Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam pidato sambutan resmi. “Kami tidak hanya memberikan pelatihan sekali, tetapi membangun sistem pemberdayaan berkelanjutan. Unit Smart Campus kami telah menyiapkan aplikasi dan platform edukasi digital yang dapat diakses gratis oleh seluruh masyarakat, bahkan setelah program berakhir.”
Luasnya cakupan program ini memerlukan koordinasi intensif antara berbagai komponen organisasi mahasiswa. BEM sebagai lembaga eksekutif bertugas mengkoordinasikan keseluruhan kegiatan, sedangkan DPM melakukan pengawasan dan evaluasi berkala. Divisi dalam BEM seperti Divisi Pengabdian Masyarakat, Divisi Kaderisasi, dan Divisi Media Komunikasi masing-masing memiliki peran spesifik dalam pelaksanaan.
Struktur Organisasi dan Pembagian Tanggung Jawab
Implementasi program melibatkan struktur organisasi yang terukur dan jelas. Koordinator program adalah Muhammad Irfan Hidayat, wakil ketua BEM bidang pengabdian masyarakat, yang membawahi lima kelompok kerja utama. Kelompok pertama, “Tim Training & Development,” dipimpin oleh Rina Kusumawati, mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknologi Informasi. Tim ini bertanggung jawab merancang kurikulum pelatihan yang adaptif dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan usia dan latar belakang pendidikan.
Kelompok kedua adalah “Tim Mobilisasi & Networking,” yang dipimpin oleh Abdurrahman Malik, mahasiswa Jurusan Komunikasi. Kelompok ini bertugas melakukan identifikasi sasaran, melakukan outreach ke komunitas dan kelurahan, serta membangun kemitraan strategis dengan pemerintah daerah dan institusi terkait.
Kelompok ketiga, “Tim Teknologi & Smart Campus Support,” dipimpin oleh Dr. Zainul Arifin, Kepala Unit Smart Campus. Tim ini menyediakan infrastruktur teknologi, pelatihan teknis, dan troubleshooting untuk memastikan semua platform digital berjalan lancar. “Smart Campus kami dilengkapi dengan lab komputer berstandar internasional dan koneksi internet berkecepatan tinggi yang dapat mendukung ratusan peserta simultan,” tutur Dr. Zainul dalam kesempatan yang sama.
Kelompok keempat, “Tim Monitoring & Evaluasi,” dipimpin oleh Nurul Hidayah, mahasiswa Jurusan Statistika. Tim ini bertugas mengumpulkan data, melakukan analisis dampak program, dan membuat laporan berkala kepada stake holder. Kelompok kelima, “Tim Media & Dokumentasi,” dipimpin oleh Fajar Pratama, mahasiswa Jurusan Jurnalistik, mengurus publikasi, dokumentasi, dan kampanye media sosial program.
Metodologi dan Pendekatan Inovatif
Program “Gerakan Literasi Digital Kendari 2026” mengadopsi metodologi pembelajaran yang inovatif dan partisipatif. Dalam presentasinya, Muhammad Irfan Hidayat menjelaskan bahwa program menggunakan pendekatan “blended learning” yang mengombinasikan tatap muka langsung dengan platform digital asinkron.
“Peserta akan mengikuti workshop tatap muka selama dua hari setiap minggu di berbagai lokasi strategis di Kendari, mulai dari kelurahan, komunitas senior, hingga sentra UMKM,” jelas Irfan. “Selain itu, kami menyediakan video tutorial, modul interaktif, dan grup WhatsApp untuk mendampingan berkelanjutan.”
Lokasi pelaksanaan program tersebar di 12 titik di seluruh Kendari, meliputi kelurahan Baruga, Kadia, Poasia, Wua-Wua, Rahandouna, Kendari Barat, Kendari Timur, Bende, Abeli, Mandonga, Bias Baru, dan Sollacco. Setiap lokasi dilengkapi dengan “Learning Center” mobile yang berisi laptop, proyektor, dan peralatan pembelajaran interaktif.
Inovasi menarik lainnya adalah penggunaan gamifikasi untuk meningkatkan engagement peserta. “Peserta yang menyelesaikan setiap modul akan mendapatkan poin yang dapat ditukarkan dengan hadiah atau sertifikat digital yang dapat dipajang di media sosial mereka,” tambah Rina Kusumawati.
Dukungan Institusional dan Kebijakan
Kesuksesan program ini didukung penuh oleh pimpinan Universitas Muhammadiyah Kendari. Dr. Ir. Moh. Taslim, M.T., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam pidato peluncuran mengungkapkan komitmen kuat lembaganya terhadap pemberdayaan masyarakat digital.
“Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki tanggung jawab sosial untuk berkontribusi pada kemajuan masyarakat. Program ini adalah konkretisasi dari misi kami untuk menjadi universitas yang relevan dan responsif terhadap kebutuhan zaman,” ujar Rektor Taslim. “Kami tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga memberikan akses penuh terhadap infrastruktur kampus, SDM dosen, dan jaringan komunitas alumni kami.”
Sebagai bentuk dukungan operasional, Universitas Muhammadiyah Kendari telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 450 juta untuk program tahun pertama. Dana ini digunakan untuk pembelian peralatan pembelajaran mobile, honor bagi mahasiswa fasilitator, asuransi peserta, dan biaya operasional lainnya. Selain itu, universitas juga memberikan kebijakan khusus yang membebaskan mahasiswa peserta program dari beban akademik sementara, sehingga mereka dapat fokus pada pelaksanaan kegiatan pengabdian.
“Kami memberikan sistem SKS fleksibel bagi mahasiswa yang terlibat aktif dalam program ini. Pengalaman mereka di lapangan akan kami konversi menjadi SKS untuk mata kuliah praktikum atau pengabdian kepada masyarakat,” jelas Prof. Dr. Chairul Anwar, Wakil Rektor Bidang Akademik.
Respons dan Antusiasme Stakeholder
Antusiasme terhadap program sangat tinggi dari berbagai kalangan. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kendari, Bambang Suryanto, dalam acara peluncuran menyampaikan bahwa pemerintah siap menjadi mitra strategis dalam implementasi program.
“Visi pemerintah Kota Kendari adalah menciptakan Kendari Smart City. Program yang diluncurkan BEM dan organisasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari sejalan dengan visi kami. Kami akan memfasilitasi akses ke data masyarakat dan membantu diseminasi informasi program ke kelurahan-kelurahan,” ungkap Suryanto.
Ketua HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Cabang Kendari, Iwan Suryanto, juga merespons positif. “UMKM di Kendari memerlukan pendampingan untuk go digital. Kami akan memberikan dukungan dengan menghubungkan peserta program kami dengan platform e-commerce dan memfasilitasi mereka bergabung dalam ekosistem digital,” kata Iwan.
Dari sisi akademis, respons juga sangat positif. Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen telah berkomitmen mengirim 50 mahasiswa sebagai fasilitator yang akan mendampingi peserta khususnya dalam aspek digitalisasi UMKM. Sementara itu, Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika akan menyediakan tim IT support yang siap membantu troubleshooting masalah teknis selama pelatihan berlangsung.
Rencana Implementasi dan Tahapan Kegiatan
Program akan dilaksanakan dalam tiga fase. Fase pertama (April-Mei 2026) adalah fase persiapan intensif, termasuk finalisasi kurikulum, pelatihan fasilitator, dan identifikasi peserta. Fase kedua (Juni-September 2026) adalah fase implementasi utama dengan penyelenggaraan workshop di 12 lokasi. Fase ketiga (Oktober-November 2026) adalah fase konsolidasi dengan evaluasi menyeluruh, pelaporan hasil, dan perencanaan keberlanjutan program.
Dalam fase pertama, sebanyak 200 mahasiswa fasilitator akan menjalani pelatihan intensif selama dua minggu untuk menguasai kurikulum, teknik mengajar yang inklusif, dan penanganan berbagai keadaan darurat. Dr. Zainul Arifin akan memimpin pelatihan teknis, sementara Rina Kusumawati akan memimpin pelatihan pedagogik.
“Fasilitator kami adalah aset terbesar. Mereka harus memiliki empati tinggi, kesabaran, dan kemampuan adaptasi yang baik. Oleh karena itu, proses seleksi dan pelatihan fasilitator sangat ketat,” terang Rina.
Dampak yang Diharapkan
Program ini diproyeksikan memiliki dampak signifikan bagi masyarakat Kendari. Dalam jangka pendek, diharapkan 5.000 peserta dapat meningkatkan literasi digital dasar mereka dalam enam bulan pertama. Dalam jangka menengah (1-2 tahun ke depan), diharapkan terjadi peningkatan penggunaan teknologi digital untuk transaksi finansial dan perdagangan online di kalangan peserta sebesar minimal 60 persen.
Dalam jangka panjang, program ini diharapkan menciptakan efek multiplier, di mana peserta yang telah terlatih akan menjadi duta literasi digital di komunitas mereka, sehingga dampak program terus meluas organik tanpa ketergantungan pada dukungan institusional.
Nurul Hidayah, Kepala Tim Monitoring & Evaluasi, sudah menyiapkan mekanisme pengukuran dampak yang komprehensif. “Kami akan menggunakan kombinasi metode kuantitatif dan kualitatif. Data akan dikumpulkan melalui kuis pre-test dan post-test, survei kepuasan peserta, focus group discussion, dan case study mendalam terhadap beberapa peserta yang menunjukkan perubahan signifikan,” jelas Nurul.
Tantangan dan Mitigasi
Meskipun program dirancang dengan matang, tim telah mengidentifikasi beberapa tantangan potensial dan strategi mitigasinya. Tantangan pertama adalah heterogenitas peserta dalam hal usia, tingkat pendidikan, dan kemampuan digital awal. Mitigasi yang disiapkan adalah diferensiasi pembelajaran dengan membagi peserta dalam beberapa level sesuai kemampuan awal mereka.
Tantangan kedua adalah kendala teknologi dan infrastruktur di beberapa lokasi. Dr. Zainul Arifin mengatakan tim sudah menyiapkan solusi dengan menggunakan perangkat mobile yang tidak terlalu bergantung pada koneksi internet berkecepatan tinggi. “Kami akan menggunakan teknologi offline-first, di mana konten dapat diakses tanpa koneksi internet, dan sinkronisasi dilakukan ketika terhubung ke internet,” jelasnya.
Tantangan ketiga adalah keberlanjutan program setelah dukungan institusional berakhir. Untuk itu, tim sedang merancang model bisnis sosial di mana peserta yang telah terlatih dapat menjadi fasilitator berbayar dalam fase berikutnya, sehingga program dapat self-sustaining.
Penutup
Peluncuran program “Gerakan Literasi Digital Kendari 2026” menandai komitmen kuat Badan Eksekutif Mahasiswa dan organisasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari dalam turut berkontribusi pada pembangunan m