KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membuktikan komitmennya dalam menghasilkan sumber daya manusia berkualitas. Kali ini, kebanggaan datang dari Unit Smart Campus yang berhasil meraih prestasi gemilang di tingkat nasional. Tiga mahasiswa berprestasi dari institusi ini memenangkan Kompetisi Inovasi Smart Campus Nasional 2026, sebuah ajang bergengsi yang menampilkan karya-karya terbaik dari berbagai universitas di Indonesia.
Pencapaian luar biasa tersebut diraih oleh tim yang terdiri dari Muhammad Rizki Pratama (mahasiswa Teknik Informatika semester 8), Siti Nurhaliza (mahasiswa Sistem Informasi semester 6), dan Arfan Hidayat (mahasiswa Teknik Elektro semester 7). Ketiga mahasiswa ini berhasil mengalahkan lebih dari 200 tim peserta dari universitas-universitas ternama di seluruh nusantara dengan inovasi mereka yang bernama “EcoSmart Campus Management System.”
Kompetisi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) berlangsung selama tiga hari, dari 10 hingga 12 April 2026. Acara ini digelar di Jakarta Convention Center dengan melibatkan ratusan peserta muda yang bersemangat mempresentasikan inovasi mereka di bidang teknologi smart campus dan sustainable development.
Inovasi yang Mencuri Perhatian
EcoSmart Campus Management System adalah sebuah platform terintegrasi yang dirancang untuk mengelola sumber daya kampus secara efisien dan berkelanjutan. Sistem ini menggabungkan teknologi Internet of Things (IoT), artificial intelligence (AI), dan cloud computing untuk mengoptimalkan penggunaan energi listrik, air, dan pengelolaan limbah di lingkungan kampus.
Menurut paparan teknis yang disampaikan oleh Muhammad Rizki Pratama selaku ketua tim, platform ini dilengkapi dengan sensor pintar yang dipasang di berbagai titik strategis di kampus. Sensor-sensor tersebut dapat memonitor konsumsi energi real-time, suhu ruangan, tingkat pencahayaan, dan kualitas udara dalam ruangan.
“Sistem kami mampu mengurangi konsumsi energi listrik hingga 35 persen dan penggunaan air hingga 40 persen. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan machine learning untuk memberikan rekomendasi otomatis kepada pengelola kampus tentang optimalisasi penggunaan sumber daya,” ungkap Rizki dengan antusiasme saat diwawancarai di kantor Unit Smart Campus, Selasa (17 April 2026).
Siti Nurhaliza, yang bertanggung jawab pada aspek pengembangan user interface dan dashboard sistem, menambahkan bahwa platform ini dirancang agar mudah digunakan oleh semua kalangan, mulai dari operator teknis hingga pimpinan institusi. “Dashboard kami menyajikan visualisasi data yang intuitif sehingga pengguna dapat dengan mudah memahami konsumsi sumber daya dan mengambil keputusan yang tepat. Setiap pengguna juga dapat mengakses laporan terperinci melalui aplikasi mobile yang kami kembangkan,” jelasnya.
Sementara itu, Arfan Hidayat, yang menangani aspek infrastruktur dan implementasi hardware, menerangkan tentang ketangguhan sistem mereka. “Semua komponen hardware yang kami gunakan adalah produk standar industri dengan harga terjangkau, sehingga sistem ini dapat diimplementasikan di berbagai kampus dengan budget terbatas. Kami juga merancang sistem backup otomatis untuk memastikan kontinuitas layanan,” papar Arfan.
Perjalanan Menuju Juara
Perjalanan ketiga mahasiswa ini menuju puncak kesuksesan tidaklah mudah. Mereka memulai pengembangan inovasi ini sejak Agustus 2025 dengan bimbingan intensif dari dosen pembimbing mereka, Dr. Bambang Suryanto, S.T., M.T., yang merupakan kepala Unit Smart Campus Universitas Muhammadiyah Kendari.
“Kami memulai dari riset pasar mendalam tentang kebutuhan kampus modern terhadap sistem manajemen sumber daya yang lebih efisien. Setelah itu, kami mengembangkan prototype pertama selama tiga bulan. Proses pengembangan ini melibatkan iterasi berulang kali, testing, dan perbaikan berdasarkan feedback dari berbagai stakeholder di kampus,” kenang Muhammad Rizki.
Tim ini tidak hanya fokus pada aspek teknis semata. Mereka juga melakukan riset mengenai dampak lingkungan, benefit ekonomi, dan implementabilitas sistem di berbagai konteks institusi pendidikan di Indonesia. Hasil riset komprehensif mereka kemudian dijadikan bagian integral dari presentasi dalam kompetisi nasional.
Dedikasi dan kerja keras ketiga mahasiswa ini akhirnya membuahkan hasil ketika proposal mereka lolos seleksi administrasi dan berhasil masuk ke tahap presentasi live di Jakarta. Dalam presentasi tersebut, mereka harus bersaing dengan tim-tim papan atas dari universitas-universitas terkemuka seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
“Kami sangat tegang saat menunggu pengumuman pemenang. Namun, semua ketegangan itu lenyap ketika nama Universitas Muhammadiyah Kendari dipanggil sebagai juara pertama. Adalah momen yang sangat berkesan bagi kami,” ucap Siti Nurhaliza dengan mata berbinar.
Apresiasi dari Pimpinan Kampus
Prestasi gemilang ini mendapat sambutan luar biasa dari para pimpinan Universitas Muhammadiyah Kendari. Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Bakri Muchsin, S.E., M.M., mengapresiasi tinggi pencapaian spektakuler ini.
“Prestasi yang diraih oleh mahasiswa kami ini bukan sekadar kemenangan dalam sebuah kompetisi, tetapi merupakan bukti nyata bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari mampu bersaing di tingkat nasional dalam hal inovasi dan pengembangan teknologi. Ini menunjukkan bahwa komitmen kami dalam membangun smart campus bukan hanya slogan, tetapi sebuah aksi nyata yang melibatkan mahasiswa-mahasiswa berkualitas,” ujar Prof. Bakri dalam konferensi pers di ruang rapat utama rektorat, Rabu (18 April 2026).
Prof. Bakri selanjutnya menerangkan bahwa prestasi ini akan menjadi motivasi bagi mahasiswa-mahasiswa lain untuk turut berinovasi dan berkontribusi pada kemajuan institusi. “Kami telah mengalokasikan dana khusus untuk mendukung pengembangan inovasi mahasiswa, dan kami siap memberikan fasilitas terbaik bagi mereka yang memiliki ide-ide cemerlang,” tambahnya.
Direktur Unit Smart Campus, Dr. Bambang Suryanto, S.T., M.T., yang juga merupakan dosen pembimbing tim pemenang, menyampaikan kebanggaannya atas dedikasi mahasiswa-mahasiswanya. “Saya bangga dapat membimbing mahasiswa-mahasiswa yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki sikap proaktif dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Mereka benar-benar embodiment dari visi Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai institusi pendidikan yang menghasilkan generasi cerdas dan bermoral,” ucap Dr. Bambang dengan penuh kebanggaan.
Dampak dan Prospek ke Depan
Kemenangan ini membuka peluang besar bagi implementasi sistem EcoSmart Campus Management System di Universitas Muhammadiyah Kendari dan institusi pendidikan lainnya. Beberapa universitas di Sulawesi Tenggara sudah menunjukkan minat untuk mengadopsi sistem ini di kampus mereka masing-masing.
Selain itu, prestasi ini juga membuka peluang pendanaan untuk pengembangan lebih lanjut. Tim pemenang kompetisi mendapatkan hadiah utama berupa dana pengembangan sebesar 100 juta rupiah, yang akan digunakan untuk melakukan scaling up dan commercialization dari inovasi mereka.
“Kami berencana membentuk startup yang mengkhususkan diri pada pengembangan solusi smart building untuk institusi pendidikan. Pengalaman mengikuti kompetisi nasional ini sangat berharga untuk memahami peluang pasar dan ekspektasi calon pengguna sistem kami,” jelas Muhammad Rizki dengan visi yang jelas.
Para ahli dalam bidang teknologi informasi dan sustainable development juga memberikan respons positif terhadap inovasi ini. Dr. Wijaya Kusuma, seorang pakar smart building dari Universitas Telkom Bandung yang hadir dalam panel juri kompetisi, mengomentari bahwa sistem yang dikembangkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari ini “sangat relevan dengan kebutuhan zaman dan memiliki potensi commercialization yang tinggi.”
Pesan Inspiratif untuk Generasi Muda
Muhammad Rizki, Siti Nurhaliza, dan Arfan Hidayat memiliki pesan inspiratif bagi mahasiswa-mahasiswa lain yang bermimpi meraih prestasi tinggi. “Jangan pernah meremehkan ide yang ada di kepala kalian. Ambil langkah nyata untuk mengembangkannya, cari mentor yang tepat, dan teruslah belajar dari setiap kegagalan. Kesuksesan bukan datang dari talenta semata, tetapi dari kerja keras, disiplin, dan konsistensi,” pesan Rizki kepada rekan-rekannya di kampus.
Siti menambahkan pentingnya kolaborasi dan teamwork dalam mencapai prestasi besar. “Tidak ada seorang pun yang bisa berhasil sendirian. Kami berhasil sampai ke sini karena adanya dukungan dari dosen pembimbing, keluarga, teman-teman, dan juga manajemen kampus yang supportif,” ucapnya.
Penutup
Pencapaian mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari dalam Kompetisi Inovasi Smart Campus Nasional 2026 merupakan sebuah milestone penting bagi institusi pendidikan ini. Kemenangan ini membuktikan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari tidak hanya menjadi lembaga pendidikan lokal, tetapi juga mampu bersaing dan unggul di tingkat nasional.
Dengan prestasi ini, Universitas Muhammadiyah Kendari semakin memperkuat posisinya sebagai pioneer dalam pengembangan smart campus dan sustainable development di Indonesia. Tentunya, kesuksesan ini akan menginspirasi mahasiswa-mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Ke depannya, diharapkan Universitas Muhammadiyah Kendari dapat terus menghasilkan inovasi-inovasi berdampak positif yang tidak hanya meningkatkan prestise institusi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan teknologi dan penyelamatan lingkungan di Indonesia.
—
Artikel ini diterbitkan pada 17 April 2026