Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membuktikan komitmennya dalam menghasilkan lulusan berkualitas tinggi. Kali ini, prestasi gemilang diraih oleh tiga mahasiswa dari Unit Smart Campus yang berhasil meraih medali emas dalam Kompetisi Teknologi dan Inovasi Asia Tenggara (CTIAT) 2026, yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, pada 5–9 April 2026. Pencapaian luar biasa ini menandai kontribusi signifikan Universitas Muhammadiyah Kendari dalam pengembangan talenta muda berbasis teknologi di tingkat internasional.
Ketiga mahasiswa berprestasi tersebut adalah Muhammad Irfan Pratama (22 tahun, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika semester VII), Siti Nurhaliza Mansur (21 tahun, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi semester VI), dan Fikri Ramadhan Asri (23 tahun, mahasiswa Program Studi Teknik Komputer semester VIII). Mereka berhasil memenangkan kategori “Smart Solution for Sustainable City” dengan proyek inovatif yang bernama “EcoHub: Integrated Smart Waste Management System for Coastal Communities”.
Proyek EcoHub dirancang sebagai solusi komprehensif untuk mengatasi permasalahan pengelolaan sampah di komunitas pesisir, khususnya di kawasan Asia Tenggara yang memiliki tingkat pencemaran laut yang tinggi. Sistem terintegrasi ini menggabungkan teknologi Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), dan analisis data real-time untuk mengoptimalkan pengumpulan, pemilahan, dan daur ulang sampah secara efisien dan berkelanjutan.
Perjalanan Menuju Juara
Pencapaian prestis ini bukan kebetulan belaka. Persiapan intensif dimulai sejak Januari 2026, ketika ketiga mahasiswa menemukan informasi tentang CTIAT melalui portal pengumuman akademik Unit Smart Campus. Dengan motivasi tinggi dan dukungan penuh dari dosen pembimbing, mereka membentuk tim khusus dan mulai mengembangkan konsep inovatif.
Menurut Muhammad Irfan Pratama, ide awal EcoHub muncul dari observasi langsung terhadap permasalahan lingkungan di Kendari. “Kami melihat langsung bagaimana sampah plastik mencemari pantai Kendari dan laut Teluk Kendari. Dari sini, kami berpikir bagaimana teknologi bisa memberikan solusi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat pesisir di seluruh Asia Tenggara,” ungkap Irfan dalam wawancara eksklusif di Kantor Dekanat Unit Smart Campus, Rabu (11/4/2026).
Siti Nurhaliza Mansur menambahkan bahwa proses pengembangan proyek melibatkan riset mendalam tentang perilaku konsumen, sistem pengelolaan sampah yang sudah ada, dan teknologi terkini dalam bidang waste management. “Kami melakukan survei ke beberapa tempat pembuangan akhir (TPA) di Kendari untuk memahami tantangan sebenarnya. Tim kami juga berkonsultasi dengan para ahli lingkungan dan engineer dari industri teknologi lokal,” jelas Siti.
Fitur unggulan dari EcoHub mencakup smart bins (tempat sampah pintar) yang dilengkapi sensor IoT untuk mendeteksi tingkat kepenuhan, identifikasi jenis sampah menggunakan computer vision, aplikasi mobile untuk tracking pengelolaan sampah, dashboard analytics untuk pemerintah dan stakeholder, serta sistem reward untuk masyarakat yang berpartisipasi aktif dalam daur ulang. Sistem ini dirancang dengan mempertimbangkan kemudahan penggunaan, cost-effectiveness, dan skalabilitas untuk berbagai konteks geografis.
Dukungan Institusional yang Kuat
Kesuksesan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari ini tidak terlepas dari dukungan institusional yang solid. Unit Smart Campus, sebagai pusat pengembangan teknologi dan inovasi di kampus, telah menyediakan fasilitas laboratorium terkini, akses ke database penelitian internasional, dan mentoring dari para dosen berpengalaman.
Dr. Haji Bakri Saleh, M.Eng., Dekan Unit Smart Campus Universitas Muhammadiyah Kendari, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian ini. “Prestasi ini adalah hasil dari ekosistem pembelajaran yang kami bangun dengan fokus pada problem-solving yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kami tidak hanya mengajarkan teori, tetapi memberdayakan mahasiswa untuk menciptakan solusi nyata yang berdampak,” ujar Dr. Bakri Saleh saat memberikan penghargaan kepada ketiga mahasiswa di aula kampus, Kamis (10/4/2026).
Lebih lanjut, Dr. Bakri Saleh menjelaskan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari telah mengalokasikan dana khusus untuk mendukung mahasiswa yang ingin berkompetisi di ajang internasional. “Kami percaya bahwa investasi dalam talenta muda adalah investasi untuk masa depan Sulawesi Tenggara. Setiap prestasi mahasiswa adalah kebanggaan bagi kampus dan masyarakat,” tambahnya.
Drs. Syaiful Bahri, M.T., selaku dosen pembimbing proyek EcoHub, juga memberikan apresiasi atas dedikasi ketiga mahasiswanya. “Mereka menunjukkan karakter yang luar biasa – kerja keras, disiplin, dan semangat yang tidak pernah putus. Meskipun menghadapi berbagai tantangan teknis selama pengembangan, mereka tetap optimis dan terus berinovasi. Saya sangat bangga menjadi bagian dari perjalanan mereka menuju kesuksesan internasional ini,” kata Syaiful Bahri.
Standar Kompetisi Internasional
Kompetisi Teknologi dan Inovasi Asia Tenggara 2026 merupakan event bergengsi yang menghadirkan lebih dari 150 tim dari 11 negara di kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur. Peserta berasal dari universitas-universitas terkemuka seperti National University of Singapore, Chulalongkorn University, Universitas Indonesia, De La Salle University, dan banyak institusi akademik ternama lainnya.
Kategori kompetisi yang diikuti oleh tim Universitas Muhammadiyah Kendari termasuk salah satu kategori paling kompetitif dengan total 31 tim peserta dari berbagai universitas. Juri yang menilai proyek terdiri dari para ahli dan praktisi terkemuka di bidang teknologi, keberlanjutan lingkungan, dan entrepreneurship dari berbagai negara.
Kriteria penilaian mencakup orisinalitas ide, feasibility teknis, potensi dampak sosial dan lingkungan, kualitas presentasi, dan viability bisnis. Tim EcoHub berhasil mendapat skor tertinggi dengan nilai 94 dari 100 poin, melampaui tim-tim dari universitas besar yang lebih dikenal di tingkat internasional.
Fikri Ramadhan Asri, anggota ketiga tim pemenang, mengatakan bahwa pengalaman berkompetisi di Bangkok memberikan wawasan berharga. “Kami tidak hanya mendapatkan medali, tetapi juga kesempatan networking dengan para innovator dan entrepreneur dari berbagai negara. Kami belajar bahwa ide bagus saja tidak cukup – eksekusi yang presisi, presentation yang meyakinkan, dan pemahaman mendalam tentang market juga sangat penting,” tutur Fikri.
Dampak Bagi Institusi dan Masyarakat
Pencapaian ini memberikan dampak signifikan bagi Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Unit Smart Campus. Prestasi internasional mahasiswa berkontribusi pada peningkatan reputasi institusi, menarik minat calon mahasiswa berkualitas, dan memperkuat posisi kampus sebagai pusat pengembangan inovasi teknologi di Sulawesi Tenggara.
Selain itu, proyek EcoHub juga telah menarik perhatian dari pihak pemerintah daerah dan sektor industri. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Lingkungan Hidup telah menunjukkan ketertarikan untuk mengimplementasikan sistem ini sebagai pilot project di beberapa wilayah pesisir Kendari. Hal ini memberikan peluang bagi ketiga mahasiswa dan Unit Smart Campus untuk melakukan penelitian lanjutan dan pengembangan produk lebih lanjut.
Dr. Haji Bakri Saleh menekankan bahwa pencapaian ini sejalan dengan visi Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mengembangkan ekosistem inovasi yang berkelanjutan. “Kami tidak hanya fokus pada akademik semata, tetapi juga pada penciptaan nilai bagi masyarakat. Proyek EcoHub adalah contoh nyata dari bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi bisa diterjemahkan menjadi solusi praktis yang memecahkan masalah nyata di komunitas kita,” jelasnya.
Rencana Pengembangan Lanjutan
Tim pemenang juga telah mendapatkan tawaran untuk mengembangkan proyek EcoHub lebih lanjut. Beberapa investor lokal dan badan donasi internasional tertarik untuk memberikan pendanaan bagi upaya scaling dan commercialization produk ini.
Muhammad Irfan Pratama mengungkapkan rencananya ke depan. “Kami ingin mengembangkan EcoHub ini menjadi startup yang benar-benar berdampak. Jangka pendek, kami akan melaksanakan pilot project bersama Pemerintah Kendari. Jangka panjang, kami ingin memperluas ke seluruh kawasan Asia Tenggara dan bahkan ke tingkat global,” katanya dengan antusiasme yang tinggi.
Unit Smart Campus juga berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan ini melalui inkubator bisnis kampus. “Kami akan menyediakan ruang kerja, mentoring bisnis, dan akses ke network investor untuk membantu tim mengkonversi ide menjadi bisnis yang sustainable,” jelas Dr. Bakri Saleh.
Penutup
Prestasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari di Kompetisi Teknologi dan Inovasi Asia Tenggara 2026 merupakan bukti nyata dari komitmen institusi dalam mengembangkan talenta muda Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global. Dengan didukung oleh fasilitas yang memadai, dosen pembimbing yang berdedikasi, dan ekosistem inovasi yang kondusif, mahasiswa dapat mengeksplor potensi mereka secara maksimal.
Ke depannya, diharapkan pencapaian ini dapat menginspirasi mahasiswa lain di Universitas Muhammadiyah Kendari untuk terus berinovasi dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Sebagaimana dinyatakan oleh Dr. Bakri Saleh, “Ini adalah awal dari banyak prestasi yang akan datang. Kami percaya bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki potensi besar untuk menjadi pusat inovasi dan pengembangan talenta teknologi terdepan di kawasan Sulawesi Tenggara dan Indonesia secara luas.”
Dengan semangat yang sama, diharapkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari akan terus menghadirkan inovasi-inovasi cemerlang yang tidak hanya meraih prestasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kemajuan masyarakat dan bangsa.
—
BIODATA NARASUMBER (OPSIONAL):
– Dr. Haji Bakri Saleh, M.Eng.: Dekan Unit Smart Campus Universitas Muhammadiyah Kendari, spesialis bidang teknologi dan manajemen inovasi.
– Drs. Syaiful Bahri, M.T.: Dosen Program Studi Teknik Informatika, mentor proyek EcoHub.
– Muhammad Irfan Pratama, Siti Nurhaliza Mansur, Fikri Ramadhan Asri: Mahasiswa pemenang penghargaan.