KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari (Unismuh Kendari) resmi mengumumkan dimulainya tahap kedua pembangunan infrastruktur dan fasilitas kampus di bawah payung program Smart Campus yang komprehensif. Inisiatif strategis ini merupakan komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan menciptakan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan di era digital.
Pengumuman resmi dilakukan pada Selasa, 9 April 2026, melalui konferensi pers yang dihadiri oleh pimpinan universitas, unsur rektorat, dewan pembina, dan ratusan civitas akademika. Program revitalisasi ini melibatkan investasi finansial mencapai miliaran rupiah dengan target penyelesaian 80 persen pada akhir tahun akademik 2026/2027.
Latar Belakang dan Visi Strategis
Universitas Muhammadiyah Kendari, sebagai institusi pendidikan tinggi swasta terkemuka di Sulawesi Tenggara, telah menjalankan beberapa program pengembangan kampus sejak lima tahun terakhir. Namun, dengan meningkatnya jumlah mahasiswa dan perubahan paradigma pendidikan global, pihak universitas menilai perlu akselerasi dalam peningkatan infrastruktur dan teknologi.
“Smart Campus bukan sekadar slogan atau proyek pembangunan biasa. Ini adalah visi transformatif untuk membuat Universitas Muhammadiyah Kendari menjadi pusat pembelajaran yang responsif terhadap kebutuhan zaman modern,” ujar Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Irwan Akib, M.Pd., dalam sambutannya pada upacara peluncuran program tersebut.
Beliau menambahkan bahwa Smart Campus merupakan wujud nyata dari komitmen institusi dalam mewujudkan Visi 2030 Unismuh Kendari, yakni menjadi universitas berbasis kearifan lokal yang unggul dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat dengan standar internasional.
Konsep Smart Campus yang dikembangkan mengintegrasikan teknologi informasi terkini, desain berkelanjutan, dan fasilitas yang mendukung pembelajaran abad ke-21. Program ini dirancang oleh tim ahli yang melibatkan konsultan dari universitas-universitas terkemuka di Indonesia dan beberapa institusi internasional.
Komponen Utama Program Revitalisasi
Menurut Pembantu Rektor (PR) Bidang Sarana dan Prasarana, Dr. H. Miftah Thalib, S.T., M.T., program revitalisasi Smart Campus mencakup tujuh komponen besar yang akan dilaksanakan secara bertahap.
“Pertama, kami akan membangun perpustakaan digital dan learning commons yang dilengkapi dengan teknologi AI dan sistem manajemen pembelajaran terintegrasi. Fasilitas ini akan melayani kebutuhan mahasiswa dalam akses informasi dan ruang belajar kolaboratif,” jelasnya dalam wawancara khusus dengan media kampus.
Komponen kedua, lanjut Dr. Miftah, adalah pembangunan tiga laboratorium terintegrasi untuk mendukung riset di bidang teknologi, pertanian berkelanjutan, dan kesehatan masyarakat. Setiap laboratorium akan dilengkapi dengan peralatan standar internasional senilai miliaran rupiah.
“Ketiga, kami mengembangkan infrastruktur teknologi kampus melalui pemasangan fiber optic generasi terbaru dengan kecepatan internet hingga 1 Gbps, sistem keamanan siber yang canggih, dan data center dengan kapasitas yang memadai untuk mendukung aktivitas akademik seluruh pengguna kampus,” ungkap PR Sarana dan Prasarana tersebut.
Komponen keempat mencakup renovasi dan pembangunan fasilitas olahraga dan rekreasi modern, termasuk gedung olahraga indoor berstandar nasional, lapangan olahraga multi-fungsi, dan fasilitas kebugaran yang ramah lingkungan. Sementara itu, komponen kelima adalah pengembangan zona hijau dan taman kampus yang berkelanjutan, dengan target 40 persen area kampus menjadi ruang terbuka hijau dalam tiga tahun ke depan.
“Keenam, kami akan membangun student center yang berfungsi sebagai pusat kegiatan mahasiswa, entrepreneur hub, dan innovation center. Fasilitas ini dirancang untuk mendorong kreativitas, inovasi, dan pengembangan kewirausahaan di kalangan mahasiswa,” sebutnya.
Komponen terakhir adalah pembangunan fasilitas asrama mahasiswa dengan standar internasional yang dilengkapi dengan sistem manajemen keselamatan, fasilitas kesehatan, dan ruang belajar yang nyaman.
Investasi dan Sumber Pendanaan
Menurut Wakil Rektor (WR) Bidang Keuangan dan Administrasi, Dr. H. Ruslan Hasan, S.E., M.M., total investasi untuk program Smart Campus tahap kedua mencapai 2,8 triliun rupiah yang berasal dari berbagai sumber.
“Pendanaan berasal dari alokasi anggaran universitas sebesar 35 persen, dukungan donasi dari alumni dan pemangku kepentingan sebesar 25 persen, kerjasama dengan lembaga keuangan melalui skema pembiayaan berkelanjutan sebesar 20 persen, dan dukungan dari kementerian serta pemerintah daerah sebesar 20 persen,” rinci WR Keuangan dalam keterangan resminya.
Beliau juga menekankan bahwa semua rencana investasi telah melalui kajian kelayakan finansial yang ketat dan sustainable financial planning yang matang. “Kami memastikan bahwa setiap rupiah yang diinvestasikan memberikan nilai jangka panjang bagi pengembangan universitas dan kesejahteraan civitas akademika,” tuturnya.
Jadwal Implementasi dan Tahapan Pelaksanaan
Direktur Unit Smart Campus, Ir. Bambang Suryanto, M.T., dalam presentasinya menjabarkan timeline pelaksanaan program yang terstruktur dan realistis.
“Fase pertama, mulai April hingga Desember 2026, kami fokus pada penyiapan infrastruktur teknologi, termasuk pemasangan fiber optic, pengadaan server dan sistem keamanan siber, serta renovasi struktur bangunan yang akan digunakan untuk perpustakaan digital dan laboratorium,” paparan Direktur Smart Campus tersebut.
Lanjutnya, fase kedua pada tahun 2027 akan menekankan pada pembangunan fisik gedung-gedung baru dan renovasi fasilitas olahraga. “Pada fase ini, kami juga akan mengaktifkan semua sistem digital dan melakukan pelatihan kepada seluruh civitas akademika dalam penggunaan infrastruktur Smart Campus,” ungkap Ir. Bambang.
Fase terakhir pada tahun 2028 akan berkonsentrasi pada penyelesaian fasilitas asrama mahasiswa, optimalisasi sistem operasional, dan evaluasi komprehensif terhadap implementasi Smart Campus.
Dampak terhadap Kualitas Pendidikan
Dari perspektif akademik, program Smart Campus diharapkan memberikan dampak signifikan terhadap proses pembelajaran dan peningkatan kualitas lulusan. Dekan Fakultas Teknik, Dr. Eng. Herry Widiastono, S.T., M.T., mengungkapkan optimismenya terhadap program ini.
“Dengan laboratorium yang dilengkapi teknologi terkini, mahasiswa kami akan mendapatkan pengalaman praktik yang setara dengan standar internasional. Ini akan meningkatkan kompetensi mereka dan meningkatkan daya saing di pasar kerja global,” kata Dr. Herry dalam sesi diskusi panel.
Senada dengan itu, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Dr. dr. Siti Nurhaliza, Sp.PK., menyatakan bahwa fasilitas baru akan memungkinkan peningkatan program penelitian dan pengabdian masyarakat. “Laboratorium kesehatan yang modern akan membuka peluang kolaborasi penelitian dengan institusi internasional, sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat melalui program-program kami,” jelasnya.
Aspirasi dan Partisipasi Mahasiswa
Ketua Senat Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari, Fadli Rahman, menyambut positif inisiatif universitas dalam meningkatkan fasilitas kampus.
“Mahasiswa sangat apresiasi dengan komitmen universitas ini. Smart Campus akan menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif, modern, dan mendorong kami untuk terus berinovasi. Kami siap menjadi bagian dari kesuksesan program ini melalui partisipasi aktif dan sikap tanggung jawab dalam menggunakan semua fasilitas,” ujar Fadli dengan antusias.
Senat Mahasiswa juga mengajukan beberapa rekomendasi teknis, termasuk pembentukan tim monitoring bersama mahasiswa, program literasi digital untuk seluruh civitas akademika, dan penguatan budaya “smart campus citizenship” yang menekankan penggunaan bertanggung jawab terhadap fasilitas dan lingkungan kampus.
Kepedulian terhadap Keberlanjutan Lingkungan
Salah satu aspek penting dari Smart Campus adalah komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan. Kepala Unit Lingkungan dan Keberlanjutan, Ir. Sumiardi, M.Sc., menjelaskan bahwa program ini dirancang dengan prinsip-prinsip ramah lingkungan.
“Semua bangunan baru akan menggunakan material yang sustainable dan teknologi hemat energi. Kami akan memasang panel surya di berbagai lokasi, mengimplementasikan sistem pengolahan air limbah yang canggih, dan menciptakan infrastruktur hijau yang terintegrasi,” terangnya.
Lebih lanjut, Ir. Sumiardi menyatakan bahwa kampus direncanakan akan mencapai status carbon-neutral pada tahun 2030. “Ini bukan sekadar target ambisius, tetapi merupakan tanggung jawab moral kami sebagai institusi pendidikan untuk berkontribusi pada upaya mitigasi perubahan iklim,” tuturnya.
Dukungan dari Stakeholder Eksternal
Program Smart Campus juga mendapatkan dukungan luar biasa dari berbagai pihak eksternal. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, melalui Asisten Perekonomian Setda Provinsi, menyatakan bahwa pemerintah akan terus mendukung upaya Unismuh Kendari dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.
“Universitas Muhammadiyah Kendari merupakan aset berharga bagi pembangunan Sulawesi Tenggara. Kami berkomitmen untuk mendukung program-program strategis seperti Smart Campus melalui berbagai mekanisme, termasuk alokasi anggaran dan fasilitasi perizinan,” kata Asisten Perekonomian dalam sambutannya.
Selain itu, sejumlah perusahaan lokal dan nasional juga menunjukkan ketertarikan untuk menjadi mitra dalam program ini. Beberapa perusahaan teknologi telah mengajukan proposal kerjasama dalam penyediaan infrastruktur IT dan pelatihan penggunaan sistem digital.
Harapan dan Visi Jangka Panjang
Rektor Prof. Dr. H. Irwan Akib menekankan bahwa Smart Campus bukan sekadar proyek pembangunan jangka pendek, melainkan investasi untuk masa depan yang lebih baik.
“Kami percaya bahwa melalui Smart Campus, Universitas Muhammadiyah Kendari akan menjadi institution of choice bagi ribuan calon mahasiswa, tidak hanya dari Sulawesi Tenggara, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara. Lebih penting lagi, kami akan menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter mulia dan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan,” ujar beliau dengan penuh keyakinan.
Kesimpulan
Program revitalisasi Smart Campus Universitas Muhammadiyah Kendari merepresentasikan langkah berani dan visioner dalam menghadapi tantangan pendidikan masa depan. Dengan investasi besar, perencanaan matang, dan dukungan luas dari berbagai stakeholder, universitas ini siap memasuki era baru transformasi digital dan pembangunan berkelanjutan.
Meskipun tantangan operasional dan manajemen proyek berskala besar tidak dapat dihindari, semangat dan komitmen pimpinan universitas, civitas akademika, dan seluruh pemangku kepentingan memberikan keyakinan bahwa Smart Campus akan terwujud sebagaimana direncanakan.
Ke depannya, Universitas Muhammadiyah Kendari tidak hanya akan menjadi institusi pendidikan berkualitas dengan fasilitas modern, tetapi juga pusat pembelajaran yang peduli lingkungan, inklusif, dan terorientasi pada pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.
—
Penulis: Tim Jurnalisme Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari
Editor: Bagian Humas dan Komunikasi Unismuh Kendari
Tanggal Publikasi: 9 April 2026